Kewajiban Untuk Bertaubat

Barangsiapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka segeralah mempergunakan kesempatan tersebut sebelum pintu itu tertutup. Gunakan kesempatan hidupmu untuk berbuat baik selama kamu mampu, dan bertobatlah kamu atas semua hal yang selama ini membuatmu lupa kepada Allah yang Maha Kuasa.

 

Jika kamu bersama sang Khaliq (Allah), maka kamu adalah hamba-Nya, tapi jika kamu bersama makhluk maka kamu adalah budak mereka. Tinggalkanlah semua makhluk dari batinmu, sebab kamu yakin bahwa makhluk hanya akan menjadi penghalang antara dirimu dengan-Nya.

 

Bersepakatlah kamu dengan makhluk ketika masih dalam koridor syari’at dan ridho-Nya sehingga kamu diberkahi, dan janganlah bersepakat dengan makhluk ketika tidak lagi memiliki kemuliaan dan membawamu menjauh dari pintu taubat-Nya. Menerima dan menolak ketaatan, menurut para sufi, adalah tanda beriman dan tidaknya seseorang.

 

Di hari kiamat nanti manusia akan diingatkan kembali oleh kebaikan dan keburukan yang telah diperbuatnya semasa hidup, maka dari itu pasanglah jaring-jaring doa dan kembalilah pada perasaan ridha selama kamu hidup, karena mengingat-Nya setelah datangnya kematian tidak akan ada gunanya lagi.

 

Jangan engkau sibuk mengumpulkan segala hal yang tidak kamu makan, jangan pula mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kamu peroleh, dan jangan engkau kembali membangun rumah yang tidak akan kamu tempati, karena semua itu akan menghalangimu untuk sampai kepada Rabb-mu. Ingatlah, sesungguhnya segala sesuatu yang ada di dunia ini dapat musnah kapan saja, maka dari itu kembalilah ke jalan-Nya dan segeralah bertobat kepada-Nya.

 

Persembahkanlah seluruh amalmu hanya untuk Allah ta’ala, karena jika kamu meminta ganti dari apa yang telah kamu lakukan, maka sesungguhnya pahalamu berasal dari makhluk, dan jika kamu melakukan sesuatu karena-Nya, maka pahalamu dapat dekat dengan-Nya. Carilah Sang Pemberi rahmat, jangan engkau mencari nikmat, sebab Dia ada sebelum segala sesuatu itu ada, dan Dia tetap ada setelah segala sesuatu itu tiada. Wahai saudaraku, ingatlah selalu kematian, bersabarlah atas segala cobaan, dan bertawakallah kepada Allah dalam segala keadaan.

 

Sedikit dari mereka yang mengendalikan antara zahir dan batin, oleh karenanya jadilah selalu orang yang dapat menyembunyikan keadaanmu, dan teruslah begitu hingga hatimu sampai kepada-Nya. Jika kamu sudah sempurna dan sampai kepada-Nya, maka saat itu kamu tidak lagi perduli dan terpengaruh dengan kondisi yang ada di sekelilingmu.

 

Ketuklah pintu Allah, dan tetaplah kau berada di depannya sampai pintu itu terbuka untukmu. Jika pintu itu telah terbuka untukmu, maka semua keinginanmu pasti tampak jelas bagimu, dan engkau akan paham mana keinginan yang diridhoi-Nya dan mana keinginan yang batil. Engkau akan mengetahui semua itu dengan tanda-tanda yang dikirimkan-Nya kepadamu. Jika engkau sudah sampai pada taraf ini, maka keinginan akan mengajarimu, memantapkanmu, membangkitkanmu, menundukanmu, memenangkanmu dan mencegahmu.

 

Ketauhilah, sesungguhnya takdir telah menyelimuti kalian secara menyeluruh, maka janganlah kalian meminta tambahan atau pengurangan, juga dangan meminta untuk didahulukan atau diakhirkan, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah selesai menciptakan makhluk, menetapkan rezeki, dan menentukan ajal. Bersyukurlah kepada-Nya atas apa yang kamu dapatkan dari-Nya, karena semua itu adalah anugerah dari-Nya.

 

Mencintai Allah itu ada syaratnya, dan kamu akan tergolong orang yang celaka jika hanya mengaku-ngaku mencintai-Nya, namun tidak melaksanakan perintah-Nya dan tidak menjauhi larangan-Nya. Jika kamu mencintai-Nya, maka kamu benar-benar mengakui-Nya terhadap dirimu dan orang lain, kamu tidak bersimpuh selain hanya kepada-Nya dan rasa rindu pada-Nya selalu membawamu menuju jalan yang diridhoi-Nya, maka bertobatlah kamu dari pengakuan yang dusta. Wahai saudaraku, bertobatlah dan teguhkanlah pertobatanmu. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya saat engkau menanam tidaklah sama dengan kondisi pada saat memelihara dan saat memetik buah dari tanamanmu.

 

Wahai saudaraku, tetaplah berada di jalan Allah subhanahu wa ta’ala dalam situasi senang maupun sedih, fakir maupun kaya, sulit maupun lapang, sakit maupun sehat, baik maupun buruk, dan dalam kondisi memberi maupun tidak memberi. Jika Allah telah menentukan bagimu, janganlah kamu menjauh dari-Nya. Manfaatkanlah pintu tobat yang telah dibuka bagi kalian sebaik mungkin, sebab pintu itu sewaktu-waktu bisa saja tertutup kembali.

Baca Selengkapnya dalam Buku Menyingkap Tabir Kesejatian Robbani. Penerbit DIAMOND

Ditulis dalam Uncategorized. Tag: . 1 Comment »

Satu Tanggapan to “Kewajiban Untuk Bertaubat”

  1. th30 Says:

    Tobaaat, kata itu sering kalio terucap tetapi susah di laksanakan jika qt masih hidup dengan hedoisme dan liberalisme…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: