Tentang Tidak Memperdulikan Rezeki

Janganlah engkau memperdulikan rezekimu, karena tuntutan rezeki kepadamu lebih besar dari pada tuntutanmu kepada-Nya, jadikanlah dirimu sibuk akan hari yang sedang kamu jalani saat ini saja, dan jika kamu mengenal Allah maka kamu pasti akan menyibukan dirimu pada-Nya dan tidak ada selain diri-Nya.

Keluarkanlah hatimu dari dalam dirimu dan dari mahluk, dengan keadaan seperti itu maka kamu dapat berdiri dihadapan-Nya, dalam keadaan terbebas dari keinginan dirimu dan orang lain. Jika Allah menghendakimu maka Dia akan mendadanimu dengan tangan kelembutan-Nya dan akan mengembalikanmu ditengah-tengah mahluk-Nya untuk dapat mengamalkan segala perintah-Nya dengan jalan yang telah mendapat ridho-Nya.

Janganlah kamu menjadi budak dari jiwa, dari dunia dan hawa nafsumu, kamu berharap masuk surga dan takut akan masuk neraka, namun dimana posisimu dari Zat Yang Maha membolak-balikan hati, dan Yang Maha melihat, yang ketika berkata kepada sesuatu ‘jadilah’ maka terjadilah ia sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.

Janganlah kamu tertipu oleh ketaatanmu dan merasa takjub dengan-Nya, mintalah kepada Allah untuk menerima ketaatanmu dan memeliharanya, keluarlah dari duniamu dengan keadaan agamamu selamat, dan apa yang ada padamu dengan Allah tetaplah terjaga dengan baik.

Wahai kaum kalian haruslah mengerjakan amalan hati dengan penuh keikhlasan, bersih dari segala sesuatu selain Allah, agar engkau diterima menjadi tamu-Nya dalam kerajaan-Nya, dan mendapatkan jalan yang telah diridhoi-Nya.

Tiadakanlah dari-Nya segala sesuatu yang tidak layak bagi-Nya, dan kokohkanlah segala sesuatu yang layak bagi-Nya, yaitu segala sesuatu yang diridhoi-Nya dan rasull-Nya.

Jadikanlah dirimu teman Allah, Rasul-Nya, dan hamba-hamba-Nya yang saleh, dengan mengagungkan dan memuliakan mereka, jika kamu ingin kebahagiaan dalam pergaulan tersebut dan untuk hidupmu maka janganlah kamu hadir dengan ahlak yang rusak, jika tidak janganlah kamu hadir.

Waspadalah kamu akan dunia, karena dunia dapat membiusmu dan menjadikanmiu raja, serta menenpatkanmu dalam derajat yang tinggi, namun saat pengaruh biusnya telah hilang maka kamu akan tersadar apa yang telah dunia lakukan kepadamu, dunia telah membutakan mata hatimu, mencungkil kedua bola matamu, memotong tangan dan kakimu, dan saat itulah kamu akan mati dalam penyesalan yang tak berarti lagi.

Orang yang mengetahui dan mencintai-Nya tidak akan mencintai dunia dan akhirat, maupun sesuatu selain diri-Nya. Jika cinta-Nya sudah sempurna kepada Allah maka dunia dan akhirat akan mendatangimu dengan penuh keselamatan dan kecukupan.

Kebahagiaan hati berada dibatin sedangkan kebahagiaan jasad berada di zahir, kebahagiaan hati tidak akan kau dapatkan kecuali setelah engkau mencegah kebahagiaan jazad, dengan begitu terbukalah pintu kebahagiaan hatimu.

Janganlah kamu mengerjakan amalan ahli neraka jika kamu menginginkan surge-Nya, beramallah dengan hatimu bukan hanya dengan anggota tubuhmu, ikhlaslah beramal dengan hatimu terlebih dahulu sebelum dengan anggota tubuhmu.

Palingkanlah pandanganmu dari amalmu dan dari meminta ganti rugi kepada mahluk atau kepada sang khaliq atas amalan yang telah kamu lakukan, beramalah kepada Allah bukan karena kenikmatan-Nya.

Wahai hamba-hamba Allah, serahkanlah diri kalian seutuhnya kepada pencipta kalian dan katakanlah ‘jiwa, harta, dan surge aku serahkan kepada-Mu, begitu pula segala sesuatu selain dirimu kami tidak menginginkan sesuatupun selain diri-Mu’.

Ketahuilah dihari kiamat nanti hati dan pandangan akan dibolak-balikan dan berbagai pijakan akan dihilangkan. Besar kecilnya pijakan itu itergantung dari besar kecilnya keimanan dan ketakwaanmu selama hidupmu.

Janganlah kamu tertipu oleh amalmu, karena yang dinilai adalah akhir dari amal yang telah engkau lakukan tersebut. Mintalah kepada Allah untuk menjadikan akhir dari amalmu sebagai akhir yang baik dan mendapatkan keridhaan dari diri-Nya, dan mencabut nyawamu dalam keadaan dirimu melakukan amalan yang paling disukai-Nya.

Daftar pustaka
Buku

Menyingkap Tabir Kesejatian Rabbani
Syekh’Abdul Qadir Jaelani

Ditulis dalam Islam. Leave a Comment »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: