Mengenal Neuroblastoma Perenggut Nyawa Ashira

Kita masih berduka dengan kepergian Ashira. Gadis kecil berumur 2 tahun 4 bulan itu meninggal dunia pada Selasa (11/11) karena neuroblastoma. Siapa yang menduga jika anak yang selalu riang dan lincah tersebut dapat terkena kangker neuroblastoma.

Kepergian Ashira sebaiknya menjadi pelajaran untuk lebih mengenal penyakit neuroblastoma. Agar para orang tua dapat melindungi buah hati mereka dari penyakit ganas tersebut.

Dikutip dari laman Mayoclinic, neuroblastoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang yang ditemukan di beberapa bagian tubuh. Neuroblastoma paling sering muncul di dalam dan di sekitar kelenjar adrenal, yang memiliki asal-usul yang sama dengan sel-sel saraf.

Namun, neuroblastoma juga dapat berkembang di daerah lain di perut dan di dada, leher dan dekat tulang belakang, di mana kelompok sel-sel saraf berada. Anak-anak usia lima tahun atau lebih muda paling sering diserang neuroblastoma. Sementara pada anak-anak yang lebih tua sangat jarang terjadi.

Beberapa bentuk neuroblastoma pergi dengan sendirinya, sementara yang lain memerlukan perawatan. Pilihan pengobatan neuroblastoma bergantung pada beberapa faktor.

Mewaspadai gejala neuroblastoma

Gejala dan tanda-tanda yang ditemui dari neuroblastoma bervariasi, tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh. Neuroblastoma di perut adalah bentuk paling umum, gejala dan tanda yang diperlihatkan seperti nyeri perut, massa di bawah kulit yang tidak lembut bila disentuh, perubahan kebiasaan buang air besar seperti diare, dan pembengkakan kaki.

Sementara itu, neuroblastoma di dada memiliki tanda dan gejala seperti, suara menciut saat bernapas, nyeri di dada, perubahan pada mata, termasuk kelopak mata terkulai dan ukuran pupil yang tidak sama.

Ada juga tanda-tanda dan gejala lain yang menunjukkan hadirnya neuroblastoma. Di antaranya, gumpalan jaringan di bawah kulit, bola mata yang terlihat menonjol dari soket (disebut proptosis atau penonjolan bola mata abnormal), lingkaran hitam yang mirip dengan memar di sekitar mata, nyeri punggung, demam, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, serta nyeri tulang.

Saat buah hati Anda memiliki gejala-gejala tersebut, jangan pikir panjang menghubungi dokter anak Anda. Jelaskan perubahan perilaku atau kebiasaan anak.

Penyebab neuroblastoma

Secara umum, kanker dimulai dengan mutasi genetik pada sel-sel normal dan sehat yang terus tumbuh tanpa menanggapi sinyal berhenti, sementara sel normal akan menanggapi. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang biak di luar kendali. Adanya akumulasi sel abnormal akan membentuk suatu massa atau tumor.

Neuroblastoma dimulai di neuroblast, sel saraf yang belum matang yang dibuat janin sebagai bagian dari proses perkembangannya. Seiring matangnya janin, neuroblast berubah menjadi sel-sel saraf dan sel-sel yang membentuk kelenjar adrenal.

Sebagian besar neuroblast matang karena kelahiran. Meskipun begitu, sejumlah kecil neuroblast  yang belum matang ditemukan pada bayi baru lahir. Pada banyak kasus, neuroblast akan matang dan menghilang. Namun, yang lain membentuk tumor yang disebut neuroblastoma.

Tidak jelas penyebab mutasi genetik awal yang mengarah pada neuroblastoma. Anak-anak yang memiliki riwayat keluarga neuroblastoma lebih mungkin mengembangkan penyakit ini.

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: